Hukumnya sunnah
Ta'bir dari kitab:
Attibyaan Fii Aaadaabi Hamalatil Quran halaman 121, karya
Imam Nawawi:
ومنها أنه يستحب له أن يقول ما رواه أبو
هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم : أنه قال من قرأ والتين والزيتون
فقال أليس الله بأحكم الحاكمين فليقل بلى وأنا على ذلك من الشاهدين رواه أبو داود والترمذي
بإسناد ضعيف
Diantara masaail (beberapa masalah):
Bahwasanya disunnahkan bagi orang yang membaca Al Quran agar
membaca apa yang diriwayatkan oleh shahabat Abu Hurairah -radhiyallaahu 'anhu-
dari Nabi -shallallaahu 'alaihi wasallam- bahwasanya beliau bersabda:
"Barang siapa membaca "WATTIINI WAZZAITUUNI" dan dia
membaca"ALAISALLAAHU BI AHKAMIL HAAKIMIIN" maka hendaklah dia
membaca:
BALAA WA ANA 'ALAA DZAALIKA MINSYSYAAHIDIIN
HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dengan isnad yang dha'if
Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam
Sunannya juz I halaman 202, hadits nomor 887, cetakan ke I tahun 1410 H - 1990
M, Daar Al Fikr / 1/331, maktabah syamilah.
Berikut sanad dan matannya:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ
الزُّهْرِىُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِى إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ سَمِعْتُ
أَعْرَابِيًّا يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى
الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ مِنْكُمْ (وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ) فَانْتَهَى إِلَى
آخِرِهَا (أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ) فَلْيَقُلْ بَلَى وَأَنَا عَلَى
ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِين
Juga diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunannnya juz V
halaman 113-114, hadits nomor 3405, cetakan ke II tahun 1403 H - 1983 / 5/443,
maktabah syamilah
Juga diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam Mustadraknya 2/510,
maktabah syamilah
Berikut sanad dan matannya:
أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ
بْنُ أَحْمَدَ الْمَحْبُوبِيُّ ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَسْعُودٍ ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ
بْنُ هَارُونَ ، أَنْبَأَ يَزِيدُ بْنُ عِيَاضٍ ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ
، عَنْ أَبِي الْيَسَعِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَرَأَ {أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ
عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى} قَالَ : بَلَى وَإِذَا قَرَأَ {أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ
الْحَاكِمِينَ} قَالَ : بَلَى
Imam Hakim berkata:
هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ وَلَمْ
يُخَرِّجَاهُ
Al Hafizh Adz Dzahabi dalam Talkhis berkata:
"SHAHIIHUN."
َ
ويسن سؤال الرحمة بنحو: "اللهم إغفر
أو إرحم" عند قراءة أية رحمة, والإستعاذة بنحو: "اللم أعذنى من النا"
عند قراءة آية عذاب, والتسبيح آية التسبيح, وعند آخر والتين, وآخر القيامة أن يقول:"بلى
وإنا على ذلك من الشاهدين", وعند آخر المرسلات :"آمنا بالله", يفعل
ذلك كله من الإمام والمنفرد لقراءة نفسه, والمأموم لقراءة إمامه أو نفسه حيث لم يسمع
قراءة إمامه وغير المصلى لكل قراءة سمعها.
Busyrol karim juz I hal 77
Dan disunahkan meminta rahmat dengan berucap semisal : “Ya
Allah ampunilah, Ya Allah rahmatilah” ketika membaca ayat rahmat. Dan
disunahkan meminta perlindungan dengan berucap semisal : “Ya Allah,
selamatkanlah aku dari api neraka” ketika membaca ayat adzab, bertasbih ketika
membaca ayat tasbih, dan ketika membaca akhir dari surat at-tin dan akhir surat
al-Qiyamah agar membaca: (“Ya, dan kami atas hal itu termasuk para saksi,) dan pada
akhir surat al-Mursalat agar membaca : (“Kami beriman kepada Allah”.)disunahkan
agar melakukan hal tsbt masing-masing imam dan orang yang shalat sendiri karena
mendengar bacaannya agar melakukan ssemua yang tersebut tadi, dan seorang
makmum karena bacaan imamnya atau karena mendengar bacaannya sendiri apabila
dia tidak mendengar bacaan imam, dan bagi orang yang tidak shalat apabila
mendengar setiap bacaan yang ia dengar.
Minhajul qowim hal 40
فَتَنْقَطِعُ الْفَاتِحَةُ باِلسُّكُوْتِ
الطَّوِيْلِ إِنْ تَعَمَّدَهُ أو إِنْ طَان يَسِيْرًا وَقَصَدَ بِهِ قَطْعَ الْقِرَأَةِ
وَبِالذِّكْرِ إِلاَّ إِنْ كَانَ نَاسِيًا وَإِلاَّ إِذَا سُنَّ فىِ الصَّلاَةِ كَالتَّأْمِيْنِ
وَالتَّعَوُّذِ وَسُؤَالِ الرَّحْمَةِ وسجود التلاوة لقراءة إمامه والرد عليه.
(والتعوذ) من العذاب وسؤال الرحمة عند قراءة
آياتهما منه أو من إمامه, وقوله بلى عند سماعه "أليس الله بأحكم الحاكمين".
Maka bacaan fatihah itu terputus dengan diam yang lama
apabila dia melakukannya dengan sengaja atau sebentar akan tetapi dia berniat
memutus bacaan, dan juga terputus dengan dzikir kecuali apabila dia lupa.
Apabila tidak, maka tidak apa-apa selagi dzikir tersebut termasuk dzikir yang
disunahkan didalam shalat seperti membaca amin, ta’awwud, meminta rahmat, sujud
tilawah karena bacaan imam dan menjawabinya.
Ucapan pengarang (والتعوذ) : artinya berlindung dari adzab (وسؤال الرحمة ) meminta rahmat, tatkala membaca ayat-ayat adzab atau ayat
rahmat dari bacaannya sendiri atau bacaan imamnya. Adapun ucapannya (بلى)
itu tatkala mendengar ayat : أليس الله بأحكم الحاكمين.
Imam Ibnu Katsir
mengutip hadits tentang anjuran membaca kalimat "Wa ana ala dzalika minasy
syahidin" setelah ayat terakhir dari surat al Tin, dan ucapan "
Amanna billah" di akhir surat al Mursalat (Ibnu Katsir 8/284 mengutip
hadis riwayat Abu Dawud No 887)
Sedangkan doa yang dibaca dalam al-Ghasyiyah adalah:
“Allahumma a’idzna min ‘adzabika” (Ya Allah, lindungi kami dari siksaMu)
ada riwayat lain, bacaannya adalah : allahumma hasibni
hisaban yasiro..
wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar