Selasa, 16 April 2013

HUKUM SHOLAT JENAZAH BERKALI-KALI



assalamu'alaykum,,,
ada temen nanya, gmna hukum nya shalat janazah untuk shalat yg kedua kalinya (termen kedua), apakah itu juga termasuk ke fardhu kifayah walaupun sudah dishalatkan satu kali sebelumnya??? syukron,,,

jawab :

Wa 'alaikumussalaam wr.wb

Tidak diperintahkan sholat jenazah berkali-kali karna hukumnya fardhu kifayah, satu orang diantara seratus orang maka telah mencukupi.
Namun juga tidak ada larangan jika kita mau membuat sholat jenazah itu berkali2, semisal tempatnya ga cukup, rasa cinta kita kpd si mayit dsb..

Didalam kitab kifayatul akhyar bab penyelenggaraan mayit Iman taqiyuddin abubakar bin muhammad al husaini mengatakan : seandainya seseorang itu mensholati mayit yang telah ditanam, sah sholatnya, sebab Nabi saw pernah mensholati mayit diatas kuburnya setelah ditanam. Hadits ini diriwayatkan oleh Iman bukhori dan Imam muslim. At thabroni menambahkan riwayat "setelah berlalu satu bulan"

Dalam hadits yang lain : " wa 'an abi hurairoh ra, fii qish shotil maro-atil lati kaanat taqummul masjida, fasa-ala 'anha annabiyu saw faqoluu : maa tat, faqoola : afalaa kuntum aadzan tumuuniy? Faka-annahum shoghghoruu amrohaa, faqoola : duluuniy 'alaa qobriha, fadalluuhu, fasholla 'alaihaa. Muttafaqun 'alaih, wa zaada muslimun, tsumma qoola : inna haadzihil qubuuri mamluu-ah dhulmatan 'alaa ahlihaa. Wa innallaha yunawwiruhaa lahum bisholaatiy 'alaihim.

Dari abu hurairoh ra tentang kisah seorang wanita yang biasa membersihkan masjid, Nabi saw menanyakan wanita tersebut, lalu mereka menjawab : ia telah meninggal, maka Beliau bersabda "mengapa kalian tdk memberitaukan kepadaku? Mereka seakan-akan meremehkan urusannya. Beliau lalu bersabda :tunjukan aku makamnya. Lalu mereka menunjukkannya kemudian beliau menyolatkannya. (muttafaq 'alaih), Muslim menambahkan : kemudian beliau bersabda :"sungguh kuburan2 ini penuh dg kegelapan atas penghuninya dan sungguh Allah akan meneranginya untk mereka dg sholatku atas mereka.

Inilah satu dalil bahwa bolehnya menyolatkan mayit lebih dari sekali, bahkan sekalipun mayatnya sudah didalam kubur.

Sumber kitab :
- kifayatul akhyar
- bulughul marom

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar